top
Blogshop

Popular Products

aneka krupuk singkong



Umbi singkong siap dijual.
Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.
Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.

singkong umbi akar



Umbi singkong siap dijual.
Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.
Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.
Kolak ubi-singkong disukai karena rasanya yang manis dan ringan. Padahal bukan cuma rasanya yang istimewa, khasiatnya pun tak bisa diabaikan, menhatkan jantung dan mengendalikan darah adalah sebagian manfaatnya. Apa keistimewaan lain ubi-singkong?Rasanya memang sederhana, tetapi justru itulah sisi istimewanya. Kedua bahan ini sangat mudah dikombinasikan dengan bahan lain. Tak terhitung kreativitas menu berbahan ubi dan singkong. Tetapi yang layak diprhitungkan adalah khasiatnya untuk menyembuhkan berbagai penyakit.Cegah KebutaanUbi hidup liar menjalar. Ada tiga jenis ubi jalar, yaitu ubi berumbi putih, kuning kemarahan (jingga), dan ungu. Yang lebih baik adalah yang berwarna kuning jingga karena kaya kandungan bakarotennya. Betakaroten merupakan provitamin A dan bersifat anitoksidan. Konsumsi ubi jalar yang kaya provitamin A tersebut dilaporkan sebagai faktor pencegah kebutaan akibat kurang vitamin A pada balita di darah lembah Balim, provinsi Irian Jaya.Kandungan kimia pada ubi jalar cukup kaya, antara lain protein, lemak, karbohidrat, kalori, serat, abu, kalsiu, fosfor, zat besi, karoten, vitamin B1, B2, C, dan asam nikotinat. Menurut pakar tanaman obat Prof. Hmbing Wijakusumaya, ubi jalar memiliki sifat kimia manis dan dingin. Efek farmakologisnya berkhasiat sebagai tonik (meningkatkan stamina) dan menghentikan pendarahan.

UBI - SINGKONG SEHATKAN JANTUNG & DARAH

Kolak ubi-singkong disukai karena rasanya yang manis dan ringan. Padahal bukan cuma rasanya yang istimewa, khasiatnya pun tak bisa diabaikan, menhatkan jantung dan mengendalikan darah adalah sebagian manfaatnya. Apa keistimewaan lain ubi-singkong?Rasanya memang sederhana, tetapi justru itulah sisi istimewanya. Kedua bahan ini sangat mudah dikombinasikan dengan bahan lain. Tak terhitung kreativitas menu berbahan ubi dan singkong. Tetapi yang layak diprhitungkan adalah khasiatnya untuk menyembuhkan berbagai penyakit.Cegah KebutaanUbi hidup liar menjalar. Ada tiga jenis ubi jalar, yaitu ubi berumbi putih, kuning kemarahan (jingga), dan ungu. Yang lebih baik adalah yang berwarna kuning jingga karena kaya kandungan bakarotennya. Betakaroten merupakan provitamin A dan bersifat anitoksidan. Konsumsi ubi jalar yang kaya provitamin A tersebut dilaporkan sebagai faktor pencegah kebutaan akibat kurang vitamin A pada balita di darah lembah Balim, provinsi Irian Jaya.Kandungan kimia pada ubi jalar cukup kaya, antara lain protein, lemak, karbohidrat, kalori, serat, abu, kalsiu, fosfor, zat besi, karoten, vitamin B1, B2, C, dan asam nikotinat. Menurut pakar tanaman obat Prof. Hmbing Wijakusumaya, ubi jalar memiliki sifat kimia manis dan dingin. Efek farmakologisnya berkhasiat sebagai tonik (meningkatkan stamina) dan menghentikan pendarahan.

Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin akan protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.

Selain umbi akar singkong banyak mengandung glukosa dan dapat dimakan mentah. Rasanya sedikit manis, ada pula yang pahit tergantung pada kandungan racun glukosida yang dapat membentuk asam sianida.

Umumnya daging umbi singkong berwarna putih atau kekuning - kuningan, untuk rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi akar yang masih segar dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Pada jenis singkong yang pahit, proses pemasakan sangat diperlukan untuk menurunkan kadar racunnya.

Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Dalam hal ini umbi singkong mudah sekali rusak, ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.

Kandungan Gizi dan Manfaat singkong

Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin akan protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.

Selain umbi akar singkong banyak mengandung glukosa dan dapat dimakan mentah. Rasanya sedikit manis, ada pula yang pahit tergantung pada kandungan racun glukosida yang dapat membentuk asam sianida.

Umumnya daging umbi singkong berwarna putih atau kekuning - kuningan, untuk rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi akar yang masih segar dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Pada jenis singkong yang pahit, proses pemasakan sangat diperlukan untuk menurunkan kadar racunnya.

Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Dalam hal ini umbi singkong mudah sekali rusak, ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.

SIDOARJO, KOMPAS - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menandatangani nota kesepahaman dengan Institut Teknologi 10 Nopember atau ITS Surabaya tentang pengembangan bioetanol dari bahan singkong gendruwo (Mendioca sao pedro petro). Berdasarkan penelitian ITS, 1 liter bioetanol memiliki kemampuan setara 3 liter minyak tanah.Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan di Pendapa Kabupaten Sidoarjo, Rabu (13/8). Hadir dalam penandatanganan itu Bupati Sidoarjo Win Hendrarso, Rektor ITS Priyo Suprobo, peneliti bioetanol ITS Sri Nurhatika, serta tim penggerak PKK dari 18 kecamatan di Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Win mengatakan, penandatanganan itu bertujuan untuk mengembangkan energi alternatif yang mudah didapat dan berbiaya murah di Sidoarjo. Menurut dia, di tengah kelangkaan minyak tanah, bioetanol dapat menjadi pengganti minyak tanah.

Bioetanol itu akan diuji di 18 kecamatan. ”Melalui gerakan ini, sekaligus kami sosialisasikan pembentukan desa mandiri energi di masing-masing

Pemkab Sidoarjo juga menandatangani kerja sama dengan Koperasi Manunggal Sejahtera untuk pengadaan kompor berbahan bakar bioetanol. Jika respons masyarakat positif terhadap penggunaan bioetanol, katanya, bioetanol berikut kompornya akan diproduksi secara massal.

Bioetanol Berbahan Singkong

SIDOARJO, KOMPAS - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menandatangani nota kesepahaman dengan Institut Teknologi 10 Nopember atau ITS Surabaya tentang pengembangan bioetanol dari bahan singkong gendruwo (Mendioca sao pedro petro). Berdasarkan penelitian ITS, 1 liter bioetanol memiliki kemampuan setara 3 liter minyak tanah.Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan di Pendapa Kabupaten Sidoarjo, Rabu (13/8). Hadir dalam penandatanganan itu Bupati Sidoarjo Win Hendrarso, Rektor ITS Priyo Suprobo, peneliti bioetanol ITS Sri Nurhatika, serta tim penggerak PKK dari 18 kecamatan di Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Win mengatakan, penandatanganan itu bertujuan untuk mengembangkan energi alternatif yang mudah didapat dan berbiaya murah di Sidoarjo. Menurut dia, di tengah kelangkaan minyak tanah, bioetanol dapat menjadi pengganti minyak tanah.

Bioetanol itu akan diuji di 18 kecamatan. ”Melalui gerakan ini, sekaligus kami sosialisasikan pembentukan desa mandiri energi di masing-masing

Pemkab Sidoarjo juga menandatangani kerja sama dengan Koperasi Manunggal Sejahtera untuk pengadaan kompor berbahan bakar bioetanol. Jika respons masyarakat positif terhadap penggunaan bioetanol, katanya, bioetanol berikut kompornya akan diproduksi secara massal.
Bahan bakar dari singkong ? Mungkin anda heran bagaimana singkong bisa menjadi bahan bakar alternative. Singkong adalah bahan makanan pokok penduduk Indonesia. Selain harganya murah, singkong juga mudah didapatkan dimana-mana. Kini dengan kecanggihan teknologi singkong yang tak berharga menjadi bernilai.

Ivan Aries (34), founder Green Energy Dedication (GED) merasa prihatin dengan keadaan perkembangan harga minyak dunia yang terus melambung tinggi di pasaran. Hal ini membuat masyarakat semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Terutama kelangkaan minyak tanah sangat meresahkan sebagian penduduk Indonesia. Akhirnya bersama partnernya Rusman dan Reza, Ivan merintis usaha ini. Mulai dari meriset bahan yang digunakan hingga mesin produksi bioetanol yang siap pakai untuk menggantikan minyak tanah dan premium di masa depan.




Kini, bisnis yang sudah berjalan setahun lebih itu telah membuahkan hasil yang luar biasa dan bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai Presiden Direktur GED, Ivan berharap perusahaannya yang bergerak dibidang pengembangan energi alternative dan terbaru ini bisa tumbuh di masa mendatang. Ia sengaja memilih nama Green Energy Dedication karena memang perusahaan tersebut bergerak di bidang energi khususnya minyak.

Desa Mandiri Energi

Kemudian untuk berbagi pengalaman, Ivan dan rekan-rekannya selalu siap bekerjasama dengan instansi manapun yang membutuhkan pelatihan serta pengajaran di daerah-daerah seluruh Indonesia. Seperti kegiatan yang pernah dilakukan Ivan di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Dengan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten setempat Ivan mengadakan pelatihan bagi masyarakat umum tentang penggunaan dan pembuatan bioetanol skala UKM dari bahan baku singkong.

Bahan Bakar Dari Singkong “Green Energy Dedication

Bahan bakar dari singkong ? Mungkin anda heran bagaimana singkong bisa menjadi bahan bakar alternative. Singkong adalah bahan makanan pokok penduduk Indonesia. Selain harganya murah, singkong juga mudah didapatkan dimana-mana. Kini dengan kecanggihan teknologi singkong yang tak berharga menjadi bernilai.

Ivan Aries (34), founder Green Energy Dedication (GED) merasa prihatin dengan keadaan perkembangan harga minyak dunia yang terus melambung tinggi di pasaran. Hal ini membuat masyarakat semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Terutama kelangkaan minyak tanah sangat meresahkan sebagian penduduk Indonesia. Akhirnya bersama partnernya Rusman dan Reza, Ivan merintis usaha ini. Mulai dari meriset bahan yang digunakan hingga mesin produksi bioetanol yang siap pakai untuk menggantikan minyak tanah dan premium di masa depan.




Kini, bisnis yang sudah berjalan setahun lebih itu telah membuahkan hasil yang luar biasa dan bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai Presiden Direktur GED, Ivan berharap perusahaannya yang bergerak dibidang pengembangan energi alternative dan terbaru ini bisa tumbuh di masa mendatang. Ia sengaja memilih nama Green Energy Dedication karena memang perusahaan tersebut bergerak di bidang energi khususnya minyak.

Desa Mandiri Energi

Kemudian untuk berbagi pengalaman, Ivan dan rekan-rekannya selalu siap bekerjasama dengan instansi manapun yang membutuhkan pelatihan serta pengajaran di daerah-daerah seluruh Indonesia. Seperti kegiatan yang pernah dilakukan Ivan di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Dengan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten setempat Ivan mengadakan pelatihan bagi masyarakat umum tentang penggunaan dan pembuatan bioetanol skala UKM dari bahan baku singkong.

Seperti diketahui, kondisi ekonomi dunia saat ini mengalami pukulan berat dengan kian melambungnya harga BBM. Tak terkecuali di Indonesia. Karena itu, banyak kalangan yang berusaha mencari energi alternatif yang lebih murah dan bisa diperbarui. Kini beragam temuan energi alternatif pun terus berdatangan dan kali ini satu temuan lagi datang dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, berupa bahan etahnol untuk bahan bakar penganti minyak tanah.

Singkong Pun Bisa Jadi Energi Alternatif

Seperti diketahui, kondisi ekonomi dunia saat ini mengalami pukulan berat dengan kian melambungnya harga BBM. Tak terkecuali di Indonesia. Karena itu, banyak kalangan yang berusaha mencari energi alternatif yang lebih murah dan bisa diperbarui. Kini beragam temuan energi alternatif pun terus berdatangan dan kali ini satu temuan lagi datang dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, berupa bahan etahnol untuk bahan bakar penganti minyak tanah.

BANDAR LAMPUNG--Singkong mempunyai banyak manfaat. Selain dikonsumsi, singkong juga dapat diolah menjadi etanol dan bahan bakar nabati (biodiesel).
Tak hanya itu. Berkat kejelian Innocencio Kresna Pratama, siswa kelas VI SD Tunas Mekar Indonesia (TMI) Lampung, salah satu produk andalan Provinsi Lampung ini juga dapat dijadikan sebagai pengganti baterai kalkulator dan jam digital.
Berkat hasil temuannya tersebut, Inno (demikian ia biasa disapa) yang mewakili Kota Bandar Lampung meraih juara pertama untuk kategori membuat teknologi sederhana dalam Kompetensi dan Kreativitas Siswa SD dan Madrasah Ibtidaiah (MI) se-Provinsi Lampung pada tanggal 6--7 November lalu. Lewat karyanya bertajuk Baterai Singkong, Upaya Menemukan Energi Alternatif, Inno akan mewakili Provinsi Lampung di ajang yang sama tingkat nasional pada tanggal 27 November mendatang.
Inno menuturkan untuk membuat baterai singkong sangat mudah dan murah. Hanya bermodalkan satu batang singkong kecil. Singkong lalu dipotong menjadi empat.

Baterai Singkong Bawa Siswa SD TMI jadi Jawara

BANDAR LAMPUNG--Singkong mempunyai banyak manfaat. Selain dikonsumsi, singkong juga dapat diolah menjadi etanol dan bahan bakar nabati (biodiesel).
Tak hanya itu. Berkat kejelian Innocencio Kresna Pratama, siswa kelas VI SD Tunas Mekar Indonesia (TMI) Lampung, salah satu produk andalan Provinsi Lampung ini juga dapat dijadikan sebagai pengganti baterai kalkulator dan jam digital.
Berkat hasil temuannya tersebut, Inno (demikian ia biasa disapa) yang mewakili Kota Bandar Lampung meraih juara pertama untuk kategori membuat teknologi sederhana dalam Kompetensi dan Kreativitas Siswa SD dan Madrasah Ibtidaiah (MI) se-Provinsi Lampung pada tanggal 6--7 November lalu. Lewat karyanya bertajuk Baterai Singkong, Upaya Menemukan Energi Alternatif, Inno akan mewakili Provinsi Lampung di ajang yang sama tingkat nasional pada tanggal 27 November mendatang.
Inno menuturkan untuk membuat baterai singkong sangat mudah dan murah. Hanya bermodalkan satu batang singkong kecil. Singkong lalu dipotong menjadi empat.


Krisis energi yang melanda bumi ini, mau tidak mau membuat manusianya tersentak seolah tak percaya, bahwa sumber alam di bumi ini akan punah, habis semua.Hal ini terjadi karena saat ini manusia mahluk yang berada dibumi ini, terlalu boros dalam penggunaan sumber daya alam. Ini juga disebabkan karena adanya kebutuhan hidup manusia yang semakin hari semakin bertambah, sehingga tanpa sadar mereka telah menguras isi bumi ini tak tersisa.
Nah, di Indonesia ini, tepatnya di kota Bandar Lampung, telah ditemukan satu lagi sumber energi alternatif yang bisa dimanfaatkan oleh kita sebagai penggunanya.Yang pertama kali yang menemukannya bocah anak SD kelas 6 bernama Innocencio Kresna Pratama atau biasa dipanggil dengan Inno, telah berhasil menemukan satu energi alternatif yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau makanan yang biasa kita makan.
Ya, dia menemukan Singkong atau Ketela sebagai sumber energinya. Hasil penemuannya itu membuat kagum seluruh dewan juri dalam ajang lomba Kreatifitas anak SD dan Madrasah di Kota Lampung.


singkng sebagai energi alternatif


Krisis energi yang melanda bumi ini, mau tidak mau membuat manusianya tersentak seolah tak percaya, bahwa sumber alam di bumi ini akan punah, habis semua.Hal ini terjadi karena saat ini manusia mahluk yang berada dibumi ini, terlalu boros dalam penggunaan sumber daya alam. Ini juga disebabkan karena adanya kebutuhan hidup manusia yang semakin hari semakin bertambah, sehingga tanpa sadar mereka telah menguras isi bumi ini tak tersisa.
Nah, di Indonesia ini, tepatnya di kota Bandar Lampung, telah ditemukan satu lagi sumber energi alternatif yang bisa dimanfaatkan oleh kita sebagai penggunanya.Yang pertama kali yang menemukannya bocah anak SD kelas 6 bernama Innocencio Kresna Pratama atau biasa dipanggil dengan Inno, telah berhasil menemukan satu energi alternatif yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau makanan yang biasa kita makan.
Ya, dia menemukan Singkong atau Ketela sebagai sumber energinya. Hasil penemuannya itu membuat kagum seluruh dewan juri dalam ajang lomba Kreatifitas anak SD dan Madrasah di Kota Lampung.


SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright © 2015.
aneka krupuk singkong Allright reserved.
Proudly by Blogger